Minggu, 16 Oktober 2016

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan


1.      Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupa¬kan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghin-dari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. 

Definisi Etika Menurut Para Ahli :
a. Menurut Maryani dan Ludigdo 
Etika ialah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia,baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau prifesi.

b. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Etika ialah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

c. Menurut Aristoteles di dalam bukunya yang berjudul Etika Nikomacheia, 
Pengertian etika dibagi menjadi dua yaitu, Terminius Technicus yang artinya etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia. dan yang kedua yaitu, Manner dan Custom yang artinya membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.

d. Menurut Kamus Webster
Etika ialah suatu ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral.

e. Menurut Ahli filosofi
Etika ialah sebagai suatu studi formal tentang moral.

f. Menurut Ahli Sosiologi
Etika ialah dipandang sebagai adat istiadat,kebiasaan dan budaya dalam berperilaku.


2.      Prinsip-prinsip Etika

Berdasarkan buku yang berjudul “The Great Ideas “ yang diterbitkan pada tahun 1952,dalam buku tersebut diringkas menjadi 6 prinsip dan merupakan landasan prinsipil dari etika.Prinsip-prinsip tersebut adalah:
         Prinsip keindahan
Prinsip ini didasari pada rasa senang  terhadap keindahan,ada yang mengatakan bahwa hidup dan kehidupan manusia itu adalah keindahan.Maka dari itu etika manusia berkaiatan atau mencakup nilai-nilai keindahan.oleh karena itu kita sebagai manusia memerlukan penampilan yang serasi dan indah atau enak dipandang mata dalam berpakaian,dan menggunakannya pada waktu yang tepat,bukankah tidak etis bila seseorang memakai gaun kekantor atau tidak memakai sepatu kekantor bahkan tidak sepatutnya seseorang menghadapi tamunya dengan menggunakan pakaian tidur.
         Prinsip persamaan
Menghendaki adanya persamaan antara manusia yang satu dengan yang lain merupakan hakekat kemanusiaan.Setiap manusia yang dilahirkan kebumi masing-masing memiliki hak dan kewajiban,pada dasarnya manusia   memiliki derajat yang sama dengan manusia lainnya.
Konsekuensi dari ajaran persamaan ras   menuntut persamaan diantara beraneka ragam etnis,watak,karakter atau pandangan hidup yang berbeda-beda.Begitu banyak keragaman etnis
namun kedudukan sebagai suatu kelompok masyarakat adalah sama.Allah juga telah menciptakan manusia dengan jenis kelaminyang berbeda ada pria dan wanita,begtu juga dengn bentuk fisiknya sangat berbeda,tapi secara hakiki keduanya membutuhkan persamaan dan pengakuan atas hak asasi mereka dan kedudukan dihadapan Allah adalah sama.Etika yang dilandasi oleh pinsip persamaan(equality) dapat menghilangkan prilaku diskriminatif,yang membeda-bedakan dalam aspek interaksi manusia.
         Prinsip kebaikan
Pada umumnya kebaikan berarti sifat dari sesuatu yang mengakibatkan pujian.Perkataan yang baik mengadung sifat seperti persetujuan,pujian,keunggulan,kekaguman,atau ketetapan,makanya prinsip kebaikan sangat erat kaitannya dengan hasrat dan cinta,misalnya jika kita menginginkan kebaikan dari suatu ilmu pengetahuan maka kita akan mengandalkan obyektivitas ilmiah, pengetahuan,rasionalis, maka yang diperlukan adalah sikap sadar hukum. Jadi prinsip kebaikan adalah prinsip universal.
         Prinsip keadilan
Keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya.
         Prinsip kebebasan
Kebebasan muncul dari doktrin bahwa setiap orang memiliki hidupnya sendiri serta memiliki hak untuk bertindak menurut pilihannya sendiri,kecuali jika pilihan tersebut melanggar kebebasan dari orang lain.kebebasan manusia adalah kemampuan untuk menentukan sendiri,kesanggupan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta kosekuensi dari pilihan itu sendiri.Oleh karena itu tidak ada kebebasan tanpa tanggung jawab dan tidak ada tanggung jawab tanpa kebebasan.semakin besar kebebasan yang kita miliki semakin besar pula tanggung jawab yang kita pikul.
         Pinsip kebenaran
Ide kebenaran sering kita pakai dalam pembicaraan mengenai logika ilmiah,sehingga kita mengenal kriteria kebenaran dalam berbagai ilmu,contoh matematika ,tapi ada juga kebenaran mutlak yang dapat dibuktikan dengan keyakinan,bukan dengan fakta yang ditelaah oleh teologi dan ilmuagama.Kebenaran harus dapat ditunjukkan dan dibuktikan agar masyarakat merasa yakin dengan kebenaran.

3.      Basis Teori Etika
a.       Etika Teleologi
Yakni dalam hal mengukur baik buruknya suatu tindakan yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tidakan yang telah dilakukan. Dalam Teleologi ini terdapat dua aliran yaitu egoism etis dan utilitarianisme.
b.      Deontologi (Kewajiban)
c.       Teori Hak
d.      Teori Keutamaan (Virtue)
Dalam teori ini memandang sikap atau akhlak seseorang.

4.      Egoism
Egoism adalah teori teleologis etika yang menetapkan sebagai tujuan manfaat, kesenangan, atau terbesar baik dari diri sendiri. Hal ini kontras dengan altruisme, yang tidak ketat diri tertarik, tetapi mencakup dalam tujuannya kepentingan orang lain juga.
Ada 3 cara yang berbeda dimana teori egoism dapat disajikan :
a.    Egoism Psikologis
Yaitu dimana secara alami manusia termotivasi hanya untuk mementingkan dirinya sendiri.
b.    Egoism Etis
Yaitu dimana manusia bertindak untuk mengambil keuntungan tapi tidak merugikan diri sendiri.
c.    Egoism Minimalis
Yaitu dimana orang akan bertindak sedemikian rupa untuk mempromosikan kepentingan mereka sendiri.



Sumber :
                   nienaalgysta.blogspot.co.id/2013/10/tugas-1-gambaran-umum-etika-pengertian.html

Senin, 30 Mei 2016

Transitive and Intransitive sentences



A. Transitive and Intransitive Sentences
1.      i was sleeping at 09.30 p.m
2.      rita runs quickly last Sunday
3.      my friend and i are going shopping tonight
4.      my mother cooked a cake
5.      diva jumps so high
6.      Fika cleans her room every morning
7.      I am eating meatball now
8.      Wiji and his boyfriend are watching a movie at cinema
9.      He made a paint so beautiful
10.  Jonathan Christie writes a romantic novel

B. Explanation
            Sentence in number one is a intransitive sentence. Which consist of four elements, those are I, was sleeping, at, and 09.30 pm. The identification are subject (I), predicate (was sleeping), complement (at 09.30 p.m). then I are noun, was sleeping (verb phrase), at 09.30 p.m (modifier of time). All of these are not phrase. However was sleeping at is a phrase. Which it’s head is 09.30 p.m.
            Sentence in number two is a intransitive sentence. Which consist of four elements, those are Rita, runs, quickly, and last sunday. The identification are subject (Rita), predicate (runs), object (quickly), complement (last Sunday). then Rita is noun, runs (verb phrase), quickly (complement), last sunday (modifier of time). All of these are not phrase. However runs is a phrase, Which it’s head is quickly.
            Sentence in number three is a intransitive sentence. Which consist of four elements, those are my friend and i, are going, shopping, and tonight. The identification are subject (My friend and i), predicate (are going), object (shopping), complement (tonight). then my friend and i are noun, are going (verb phrase), shopping (complement), tonight (modifier of time). All of these are not phrase. However are going is a phrase, Which it’s head is shopping.
            Sentence in number four is a intransitive sentence. Which consist of three elements, those are my mother, cooked, and a cake. The identification are subject (My mother), predicate (cooked), object (object). Then my mother are noun, cooked (verb phrase), a cake (complement object), last sunday. All of these are not phrase. However cooked is a phrase, Which it’s head is a cake.
            Sentence in number five is a intransitive sentence. Which consist of four elements, those are diva, jumps, and so high. The identification are subject (Diva), predicate (jumps), object (so high). then diva is noun, jumps (verb phrase), so high(complement). All of these are not phrase. However jumps is a phrase, Which it’s head is so high.
Sentence in number six is a transitive sentence. Which consist of four elements, those are Fika, cleans, her room, and every morning. The identification are subject (Fika), predicate (cleans), her room (object), complement (every morning). then fika is noun, cleans (verb phrase), her room(C.object), every morning (modifier of time). All of these are not phrase. However cleans at is a phrase. Which it’s head is her room.
            Sentence in number seven is a transitive sentence. Which consist of four elements, those are i, am eating, meatball, and now. The identification are subject (i), predicate (eating), object (meatball), complement (now). then i are noun, am eating (verb phrase), meatball (C. Object), now (modifier of time). All of these are not phrase. However eating is a phrase, Which it’s head is meatball.
            Sentence in number eight is a transitive sentence. Which consist of four elements, those are wiji and his boyfriend, are watching, a movie, and at cinema. The identification are subject (wiji and his boyfriend), predicate (are watching), object (a movie), complement (at cinema). then wiji and his boyfriend are noun, are watching (verb phrase), a movie (complement), at cinema (modifier of place). All of these are not phrase. However are watching is a phrase, Which it’s head is a movie.
            Sentence in number nine is a transitive sentence. Which consist of four elements, those are he, made, a paint, and so beautiful. The identification are subject (he), predicate (made), object (a paint), complement ( so beautiful). Then he is noun, made (verb phrase), a paint (object), so beautiful (complement). All of these are not phrase. However made is a phrase, Which it’s head is a paint.
            In the last Sentence is a transitive sentence. Which consist of four elements, those are Jonathan Christie, writes, a romantic novel. The identification are subject (Jonathan christie), predicate (writes), object (a romantic novel). then jonathan Christie is noun, writes (verb phrase), a romantic novel (complement). All of these are not phrase. However writes is a phrase, Which it’s head is a romantic novel.

Rabu, 13 Januari 2016

PEREKONOMIAN INDONESIA 2014

Secara keseluruhan, dinamika perekonomian Indonesia pada tahun 2014 mengangkat beberapa pelajaran berharga bagi upaya mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Pelajaran pertama yang mengemuka ialah pentingnya kebijakan makroekonomi, baik fiskal maupun moneter, yang disiplin dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Perjalanan ekonomi selama tahun 2014 menunjukkan bahwa bauran kebijakan moneter yang konsisten bias ketat dan kebijakan makroprudensial yang konsisten diarahkan untuk menjaga SSK, serta kebijakan fiskal yang tetap konsisten menjaga kesinambungannya dapat memperkokoh stabilitas makroekonomi. Menurut Sadono Sukirno dalam bukunya Makro Ekonomi Teori Pengantar, “Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai: perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah”.

Kedua, di tengah berbagai tantangan perekonomian yang kompleks, baik yang siklikal maupun struktural, respon kebijakan yang hanya mengandalkan kebijakan stabilisasi dapat memiliki dampak yang kurang menguntungkan pada pertumbuhan ekonomi. Guna memitigasi dampak yang kurang menguntungkan tersebut, kebijakan stabilisasi dapat dibaurkan dengan kebijakan stimulus fiskal dan reformasi struktural, sehingga ekonomi dapat tumbuh lebih tinggi dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga. Ketiga, bauran kebijakan sebaiknya dapat diimplementasikan secara tepat waktu dengan takaran yang terukur.

Terhambatnya implementasi salah satu kebijakan menyebabkan bauran kebijakan tidak dapat dilakukan secara optimal dalam merespon tantangan global dan mencapai tujuan-tujuan ekonomi domestik. Keempat, koordinasi yang erat antar pemangku kebijakan menjadi elemen penting untuk memperkuat efektifitas bauran kebijakan. Pelajaran terakhir, dinamika perekonomian 2014 yang diwarnai oleh ketidakpastian yang sangat tinggi juga mengingatkan pentingnya percepatan reformasi struktural guna memperkuat fundamental ekonomi.

Ke depan, perekonomian dunia diperkirakan tumbuh lebih tinggi, terutama didukung oleh perbaikan ekonomi negara maju, khususnya AS sebagai motor penggerak. Dengan prakiraan ini, diharapkan permintaan ekspor akan kembali meningkat sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Sementara itu, kebijakan QE oleh ECB dan Bank of Japan diperkirakan dapat mengimbangi sebagian pengaruh kebijakan the Fed terhadap pergerakan arus modal ke emerging markets, termasuk Indonesia. Dengan demikian aliran modal masuk ke Indonesia berpotensi relatif terbatas. Selain itu, divergensi kebijakan moneter di negara-negara maju tersebut dapat menimbulkan gejolak di pasar keuangan global yang selanjutnya dapat memberikan tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan domestik.

Daftar Pustaka
Anonim. 2015. Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2014.http://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan-tahunan/perekonomian/Pages/LPI_2014.aspx. 29 April 2015
Sukirno, Sadono. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Selasa, 12 Januari 2016

PASAR MODAL DI INDONESIA

Pasar modal merupakan satu lembaga yang memobilisasi dana masyarakat dengan menyediakan sarana atau tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli dana-dana jangka panjang yang disebut Efek. Pasar Modal menurut Darmadji dan Fakhruddin (2011:1) “Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri”. Di Indonesia, perkembangan pasar modal berjalan secara fantastis atau dinamik. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal memberikan pengertian tentang Pasar Modal yaitu kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek. 

Menurut Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimaksud dengan Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.Saham diperjualbelikan melalui sarana pasar modal yang di Indonesia disebut Bursa Efek. Bursa tersebut tidak membeli atau menjual saham-saham yang ada, melainkan bursa hanya merupakan tempat atau sarana bagi para investor untuk bertransaksi di dalamnya. Bursa efek mempunyai fungsi dan peranan untuk memberikan jasa-jasa antara lain:
1.      Menyediakan informasi pasar seperti fluktuasi harga, volume perdagangan, informasi penting terhadap emiten.
2.      Membuat aturan main yang dikenal sebagai peraturan bursa (peraturan percatatan, keanggotaan dan perdagangan) dengan tujuan agar semua pelaku bursa dapat memperoleh kesempatan yang sama baik dalam memperoleh informasi maupun kesempatan berdagang.
3.      Menyediakan fasilitas perdagangan efek untuk anggota bursa dan emiten.
4.      Memberikan pelayanan kepada para anggotanya, perusahaan yang telah mencatatkan efeknya maupun kepada investor, baik secara individu maupun institusional.

Penentuan harga di Pasar Modal dipengaruhi oleh suatu informasi atau fakta materiel, karena suatu informasi mencerminkan suatu harga. Dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, yang dimaksud dengan informasi atau fakta materiel adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga Efek pada Bursa Efek dan atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.Informasi yang harus disampaikan kepada publik adalah informasi yang akurat dan lengkap sesuai dengan keadaan perusahaan. Pemberian informasi ini berdasarkan pada prinsip keterbukaan, karena prinsip keterbukaan adalah jiwa dari pasar modal. Informasi yang berdasarkan prinsip keterbukaan akan dapat mengantisipasi kemungkinan investor tidak memperoleh informasi atau fakta materiel atau tidak meratanya informasi bagi investor, disebabkan ada informasi yang tidak disampaikan dan bisa juga terjadi informasi yang belum tersedia untuk publik telah disampaikan kepada orang-orang tertentu

Daftar Pustaka
Isya Hanum, Perkembangan Pasar Modal Indonesia, FE-UI, 2008
Jogiyanto Hartono, Teori Portfolio dan Analisi Investasi, BPFE, 2003
Tim Peneliti BEJ dan Unpad, Peranan Pasar Modal terhadap Perekonomian Indonesia, 2006
Warsono, Kontribusi Pasar Modal Terhadap perekonomian Indonesia. Usahawan No. 04 TH
XXXVII  2008

NILAI TUKAR UANG DI INDONESIA


Dalam perekonomian di suatu negara tidak lepas dari nilai tukar. karena nilai tukar sangat menentukan suatu besaran kurs dari setiap negara. Nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap nilai mata uang lainnya (Salvatore 1997:9). Untuk nilai tukar di Indonesia sendiri menggunakan mata uang Rupiah. Dimana besarnya (update 13 Januari 2015)   kurs jual 14,055.00 dan kurs beli 13,755.00.

Nilai tukar mata uang bisa naik bisa turun. Kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri disebut apresiasi atas mata uang asing. Penurunan nilai tukar mata uang dalam negeri disebut depresiasi atas mata uang asing. Nilai tukar rupiah sendiri sampai saat ini terus mengalami penurunan. Ini disebabkan salah satunya karena neraca perdagangan  yang terus defisit karena salah satunya dipengaruhi oleh impor migas besar dan harga minyak mentah yang terus naik.

Ada dua mekanisme nilai, yaitu mekanisme pasar dan penetapan pemerintah. Jika nilai tukar mata uang suatu negara ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar, maka negara tersebut dikatakan menganut system nilai tukar (kurs) mengambang (floating exchange rate). Sebaliknya, nilai tukarnya ditetapkan pemerintah, maka negara tersebut menganut nilai tukar (kurs) tetap (fixed exchange rate). Tetapi ada juga negara yang membiarkan nilai tukar mata uangnya berdasarkan mekanisme pasar, yang jika pergerakan nilai tukarnya melampai batas, pemerintah melakukan intervensi. Negara yang menempuh cara demikian dikatakan menganut system nilai tukar mengambang terkendali (managed floating exchange rate).

Daftar Pustaka